Tampilkan postingan dengan label Ilmu menjadi Kaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu menjadi Kaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Maret 2010

Ilmu Menjadi Kaya: The Science of Getting Rich



Wallace D. Wattles yang hidup di tahun 1860 – 1911 adalah penulis buku yang awalnya banyak mengalami kegagalan demi kegagalan. Sampai akhirnya dia berhasil merumuskan serangkaian prinsip untuk menciptakan kekayaan finansial dan spiritual yang ditemukan setelah bertahun-tahun melakukan pengkajian dan percobaan. Prinsip-prinsip tersebut telah memberikan kemakmuran sampai akhir hayatnya.
Buku The Science of Getting Rich karangannya telah menginspirasi Rhonda Byrne di tahun 2000-an mengeluarkan dirinya dari depresi dan membangun kekayaan yang terus tumbuh saat ini. Rhonda Byrne melakukan berbagai riset dan mengumpulkan orang-orang abad ini yang telah berhasil menerapkan prinsip-prinsip ilmu menjadi kaya. Hasil risetnya di tuangkan dalam film The Secret dan buku The Secret. Buku itu telah menjadi best seller di seluruh dunia dan telah banya membangkitkan motivasi berbagai usia di seluruh dunia.




Kini saya akan ungkapkan beberapa prinsip Ilmu Menjadi Kaya untuk Anda. Edisi bahasa Indonesia bisa Anda dapatkan di toko buku Gramedia dengan harga sekitar 45.000,- sedangkan versi bahasa Inggris bisa Anda dapatkan secara GRATIS dengan klik link download link dibawah ini:




Ilmu menjadi kaya dibagi dalam 17 bab dengan rincian sebagai berikut :
1. Hak Menjadi Kaya
2. Menjadi Kaya Ada Ilmunya
3. Apakah Kesempatan itu Dimonopoli?
4. Prinsip pertama Ilmu Menjadi Kaya
5. Meningkatkan Hidup
6. Bagaimana Kekayaan Mendatangi Anda
7. Syukur
8. Berpikir dengan Cara Tertentu
9. Cara Menggunakan Kehendak
10. Penggunaan Lebih Lanjut Kehendak
11. Bertindak dengan Cara Tertentu
12. Tindakan yang Efisien
13. Memasuki Bisnis yang Tepat
14. Kesan Peningkatan
15. Manusia yang Maju
16. Beberapa Peringatan dan Kesimpulan Pengamatan
17. Ringkasan Ilmu Menjadi Kaya

Pada 3 bab awal, yaitu Hak Menjadi Kaya, Menjadi Kaya Ada Ilmunya, Apakah Kesempatan itu Dimonopoli? Mengungkapkan rahasia mengapa ada orang-orang yang kaya raya dan mengapa ada orang-orang yang seumur hidup miskin.

Menjadi kaya adalah hak semua orang. Berapapun umurnya, jenis kelamin, suku bangsa, sempurna atau cacat fisiknya, pintar atau bodoh, dimanapun tempat tinggalnya, berpendidikan atau pun tidak selalu ada saja sebagian diantaranya yang menjadi kaya.
Tidak ada alasan satupun yang memberikan pembenaran tentang monopoli kekayaan oleh orang-orang tertentu. Yang jelas membedakan adalah adanya orang-orang yang ingin menjadi kaya, dan orang-orang yang tidak ingin menjadi miskin. Orang-orang yang berniat menjadi kaya dan orang-orang yang takut menginginkan kekayaan.
Kenapa semua orang mempunyai hak menjadi kaya? Karena sebenarnya dalam hidup manusia perlu untuk berkembang. Dalam perkembangan hidupnya mau tidak mau dia menggunakan benda-benda untuk mengungkapkan perkembangan hidupnya. Ketika dia tidak bisa membuat benda-benda itu sendiri, di jaman modern ini maka manusia harus membeli menggunakan uang, benda-benda yang diinginkannya dalam hidup. Untuk itulah maka manusia perlu kaya, dan itu adalah HAK HIDUP.

Sukses dalam hidup adalah menjadi apa yang Anda inginkan. Anda dapat menjadi apa yang Anda inginkan hanya dengan menggunakan benda-benda, dan Anda bisa memiliki kebebasan menggunakan benda-benda jika Anda cukup kaya untuk membelinya. Karena itu pemahaman atas ilmu menjadi kaya adalah hal paling esensial dalam hidup. Maka tidak ada kesalahan apapun pada Anda, jika Anda ingin menjadi kaya.
3 motif tujuan hidup adalah kita hidup untuk tubuh, akal dan jiwa. Setiap motif tidak lebih baik atau lebih suci dari lainnya. Tidak ada satupun motif yang lebih baik untuk dipenuhi sementara mengingkari lainnya. Tidaklah benar atau terhormat hidup hanya bagi jiwa dan mengingkari akal atau tubuh. Keliru jika hidup sangat pintar tapi jiwa kosong dengan spiritualitas dan tubuh diterlantarkan.
Tidak ada orang yang dapat hidup seutuhnya didalam tubuh jika tubuhnya tidak diberikan makanan yang sehat dan layak, pakaian yang layak dan nyaman, naungan yang nyaman dan hangat. Untuk memiliki jiwa yang utuh manusia perlu mempunyai cinta. Dan ungkapan cinta sering kali terhalang oleh kemiskinan. Kebahagiaan tertinggi seseorang dalam hal cinta adalah kemampuannya memberikan sesuatu kepada yang dicintainya. Cinta menemukan ungkapan yang paling alami dan spontan dalam tindakan memberi.

Menjadi kaya pasti ada ilmunya. Karena menjadi kaya bukanlah soal lingkungan, bukan sekadar soal bakat, bukanlah karena hemat dan menabung. Menjadi kaya pasti ada ilmunya karena orang-orang bebal juga menjadi kaya, orang bodoh ada yang kaya, orang yang lemah dan penyakitan juga menjadi kaya. Meskipun lokasi memang berpengaruh tetapi disetiap lingkungan pasti ada yang kaya, menjadi kaya buan karena menjalankan bisnis tertentu, bukan karena mempunyai bakat tertentu, bukan karena mempunyai banyak modal.

Pasti ada suatu ilmu pasti yang jika orang menjalankan hal itu pasti menjadi kaya. Mereka yang melakukan hal-hal tertentu itu dengan cara tertentu pula, entah disengaja maupun tidak, pasti akan menjadi kaya. Hukum alam selalu bersifat pasti, jika sesuatu yang serupa dilakukan maka akan menghasilkan sesuatu yang serupa pula. Jika menjadi kaya adalah suatu hasil dari menjalankan hal-hal tertentu, maka setiap orang yang menjalankan cara ini pasti juga akan menjadi kaya. Lalu mengapa tidak semua orang menjadi kaya, apakah cara itu begitu sulitnya, sehingga hanya beberapa orang saja yang bisa menjadi kaya? Tentu saja tidak, karena tidak ada batasan orang tertentu yang bisa menjadi kaya. Syarat minimum yang diperlukan untuk menjadi kaya hampir pasti dimiliki setiap orang.

Hukum kekayaan adalah sama bagi setiap orang Tidak ada orang yang hidup dalam kemiskinan karena kurangnya pasokan kekayaan. Alam memberikan kelimpahan yang sangat cukup untuk semua orang yang ada dibumi. Kita tinggal memintanya, pasokan bahan mentah itu tidak akan pernah ada habisnya. Tidak usah takut dengan propaganda sesuatu yang akan habis. Alam semesta memberikan keberagaman yang sangat banyak, sehingga tidak semua orang menginginkan hal yang sama, dan setiap seuatu yang habis akan dipenuhi dengan sesuatu yang sama atau sesuatu yang baru yang lebih baik. Tidak usah kuatir tidak bisa menjadi kaya karena sumber daya alam akan habis. Semuanya bisa disediakan sesuai dengan jumlah yang diinginkan manusia. Ada zat yang sangat cerdas yang berpikir yang mendorong manusia ke arah yang semakin hari semakin baik.
Nah mengapa Anda tidak menginginkan kekayaan? Tidak ada alasan atau hak apapun yang menghalangi Anda menjadi kaya. Ilmu menjadi kaya itu akan saya ungkapkan kemudian, jika Anda telah siap dan yakin akan kebenaran bahwa ANDA JUGA BISA MENJADI KAYA. Dalam taraf tertentu saya juga telah mendapatkan manfaat dengan kenaikan gaji 2 kali setahun selama 4 kali, mendapatkan promosi jabatan dan sebagainya. Meskipun dilihat dari sudut pandang ilmu Rich Dad Poor Dad Robert T. Kiyosaki saya masih dalam kelompok kaum menengah, saya yakin saya bisa tumbuh dan berkembang menjadi orang yang kaya raya di beberapa tahun mendatang.

Saya ingin Anda pun sama, berjumpa dengan saya di suatu ruangan yang penuh dengan orang-orang kaya berbudi yang mempunyai kebebasan finansial seumur hidup.

Rabu, 05 November 2008

Semua Orang Bisa dan Berhak Menjadi Kaya Raya

Semua Orang Bisa dan Berhak Menjadi Kaya Raya.

Kaya raya bukanlah suatu hal yang untuk ditolak. Saya rasa tidak ada manusia yang secara jujur akan mengakui bahwa tidak membutuhkan kekayaan. Kalaupun ada yang berkata tidak butuh kekayaan, pasti ada suatu alasan tersembunyi yang menutupi akan hasrat keinginannya akan hidup makmur kaya raya. Sangat perlu dikasihani manusia yang mempunyai sifat munafik seperti ini.
Kekayaan hidup bagi manusia adalah jalan kehidupan. Yang Maha Agung menciptakan manusia bukan untuk mengalami penderitaan dalam kemiskinan. Banyak rahmat yang diciptakan bagi manusia sebagai ganjaran amal kehidupan maupun sebagai cobaan hidup.
Tidak ada larangan hidup kaya. Yang dilarang oleh Yang Maha Agung adalah kesombongan, kepelitan, keangkuhan, ketamakan akan harta yang dimilikinya. Tidak salah menempuh hidup kaya, karena sejak jaman nabi-nabipun dikisahkan ada nabi-nabi yang hidup bergelimang harta dan segala aspek kemakmuran hidup. Meskipun hidup di dunia adalah sementara, bukan berarti harus menederita. Bukankah akan membahagiakan jika bisa hidup kaya didunia dan ketika raga ini dikembalikan ke Yang Maha Agung, jiwa kita hidup kaya di surgaNya.

Menjadi kaya raya ada ilmunya. Sejak jaman dahulu kala sudah ada manusia-manusia yang ditunjukkan akan ilmu ini dan mendapatkan kelimpahan kehidupan karenanya. Wallace D. Wattles pada tahun 1910 menuangkan ilmu ini dalam sebuah buku berjudul The Science of Getting Rich, setelah secara mendalam mempelajari filosofi-filosofi dunia timur termasuk buah pikiran Raph Waldo Emerson. Pada tahun 1937, Napoleon Hill menuliskan bukunya tentang filosofi ilmu menjadi kaya dalam Think and Grow Rich. Yang paling fenomenal di jaman ini adalah buku karangan Rhonda Byrne The Secret yang mengisahkan pengungkapan rahasia ilmu ini dengan menelusuri sejarah dan menemui guru-guru yang mempraktekkan ajaran ini. Dan masih banyak lagi bukti-bukti tertulis tentang ilmu kekayaan ini, jika akan diungkap satu-persatu, saya sengaja hentikan disini.
Ilmu menjadi kaya bukan lagi sebuah rahasia. Dengan mengungkapkan begitu banyaknya orang-orang yang memahami ilmu ini, menyiarkan kekhalayak ramai maka tidak bisa disebut lagi ilmu ini sebagai rahasia. Ini ilmu pasti yang otomatis akan menghantarkan kekayaan kepada orang-orang yang percaya dan yakin. Ilmu menjadi kaya tidak pilih kasih, semua orang bisa mempraktekkan dan menuai buah manisnya.
Kalau begitu mengapa masih banyak orang miskin. Meskipun ilmu ini telah menyebar keberbagai bangsa, ternyata halangannya adalah sikap mental manusia sendiri. Ada manusia yang mengagungkan logikanya, kecerdasannya sehingga menilai ilmu ini sebagai isapan jempol semata. Pesimismenya menghalangi hasrat terbesar hidupnya untuk menjadi kaya, dengan menutup diri dengan kata tidak mungkin. Manusia lebih didorong oleh pemikiran sadar otak kirinya, sementara pemikiran bawah sadar otak kanan dibiarkan kerdil. Dengan begitu manusia sebenarnya mengecilkan kemampuannya sendiri, sehingga menutup peluang menjadi kaya, dan hidup terus-menerus merenungi kemiskinannya.
Saya sangat yakin ilmu ini akan menghantarkan kemakmuran hidup. Perlahan dan pasti saya merasakan kesan peningkatan hidup setelah menerapkan prinsip-prinsip ilmu menjadi kaya ini. Saya akan memaparkan bagaimana saya menjadi percaya dan meyakininya agar anda yang masih ragu-ragu mulai membuka diri dan menerapkan ilmu ini. Tidak usah takut dosa, karena ilmu ini diciptakan oleh Yang Maha Kuasa tanpa melanggar prinsip-prinsip agama apapun yang anda anut. Tentu saja tidak mungkin berdosa menerapkan ilmu ini sebab ilmu ini sendiri berasal dariNya.
Saya menyadari bahwa sebenarnya saya belumlah menjadi orang kaya, meskipun saya mempunyai rumah berharga ratusan juta, punya mobil, punya pekerjaan yang bergengsi. Saya saat itu tergolong dalam manusia kelas menengah, saya mampu membeli barang-barang yang saya butuhkan dalam kehidupan tetapi saya mempunya liabilitas yang hampir mencapai 50% total pendapatan saya. Saya ternyata bergantung pada sebuah akar pohon yang lapuk, yang mungkin suatu saat akan menumbangkan pohon besar tempat saya mendapatkan buahnya. Kesadaran itu menakutkan saya. Bagaimana saya menghidupi istri dan kedua anak saya, memenuhi kewajiban (liabilitas) saya, jika sumber penghasilan itu hilang begitu saja.
Jawaban dari ketakutan saya itu muncul dalam obrolan dengan teman-teman dikantin. Tertarik saya untuk ikut pelatihan Neuro Language Program (NLP) yang baru diadakan dikantor. Pengalaman dalam pelatihan itu memberikan kesimpulan bahwa pikiran menjadi kenyataan. Apa yang akan terjadi pada diri kita ditentukan oleh apa yang kita pikirkan. Rupanya hukum tarik-menarik mulai bekerja, terus menarik saya dalam usaha pencarian jawaban itu, seorang teman saya menunjukkan film The Secret, lalu muncul ulasan disurat kabar tentangnya, buku The Secret terbeli, lalu muncul buku The Science of Getting Rich, Think and Grow Rich, The Science of Getting Succes, Rich Dad Poor Dad, Cash Flow Quadrant, Guide to Investing, Fisika Quantum, Membangunkan Raksasa Tidur dan banyak lagi buku-buku yang menolong saya.
Saatnya meraih semua aspek kelimpahan dalam hidup, bersama anda sekalian dengan menerapkan metode menjadi kaya raya tanpa bekerja. Kenapa tanpa bekerja, karena dalam tataran tertentu anda akan menemukan bahwa uang akan bekerja untuk kita, dan bekerja dalam arti kerja fisik akan semakin kecil, sehingga pikiran saja yang akan mengendalikan semua. Anda akan bersama-sama dengan saya untuk menciptakan kekayaan, akan berjalan seiring dengan saya. Manusia sering pesimis dan ragu-ragu menguasainya jika diberikan nasehat oleh orang-orang yang telah kaya.
“Tidak mungkin itu, dia bicara begitu karena dia kaya”.
Manusia sering sinis dan mengejek jika diberikan nasehat oleh orang-orang yang masih miskin.
“Bagaimana mungkin dia sendiri miskin.”
Saya mengajak anda sekalian bersama-sama meraih impian dalam hidup, menjadi tuan atas dirinya sendiri, menjadi tangan yang selalu memberi, menunjukkan jalan kebaikan pada semua umat manusia.
Metode menjadi kaya raya tanpa bekerja dituliskan untuk menjembatani pemikiran-pemikiran rasional manusia dengan prinsip-prinsip pemikiran spiritual. Jika anda pragmatis bacalah buku-buku Wallace D. Wattles, jika ada ingin filosofis bacalah buku-buku Napoleon Hill, jika ada rasionalis bacalah buku-buku Robert T. Kiyosaki, jika ada inginkan kepraktisan akan gabungan ilmu-ilmu diatas bacalah buku ini. Buku ini saya persembahkan untuk anda dan diri saya sendiri sebagai jalan keluar dari permasalahan-permasalahan hidup yang mungkin kita hadapi saat ini.
Yakinlah bahwa apa yang ada dalam buku ini adalah kebenaran. Dengan meyakininya tanpa keraguan akan menyingkirkan sifat pesimisme, dan memberikan apa yang anda inginkan. Tidak usah ragu ada banyak contoh keberhasilan yang disampaikan dalam buku-buku yang tertera diatas juga contoh-contoh dari pengalaman saya yang tertuang dalam buku ini. Selamat, anda selangkah lagi menuju pintu kemakmuran hidup, terus nyalakan lampu keyakinan anda, gunakan pikiran anda sebijaksana mungkin, dan kekayaan yang melimpah akan menghampiri anda.

Ada 2 cara menjalani kehidupan. Pertama, seolah seperti tidak ada yang ajaib, kedua, seolah seperti semuanya adalah ajaib.
Albert Einstein

Manusia beradab memerlukan hal-hal materialistik untuk mendukung kehidupannya. Semakin tinggi peradaban manusia semakin banyak ragam benda-benda yang dibutuhkan. Kemampuan pribadinya tidak sanggup membuat segala hal yang diperlukannya, melalui sistem perdaganganlah manusia mendapatkan apa yang diperlukannya untuk mengembangkan fisik, mental dan spiritualnya.Sistem perdagangan saat ini sudah sangat teratur dengan menggunakan uang sebagai alat tukar. Berarti dalam peradaban manusia kita harus punya uang agar bisa memenuhi segala hal yang kita perlukan dalam kehidupan. Mempunyai uang berarti kita harus kaya dalam arti yang sesungguhnya.
Peradaban manusia terus berkembang, segala sesuatu harus mempunyai hak dasar untuk berkembang. Manusia mempunyai hak yang sama untuk ikut mengembangkan tubuh, akal dan jiwanya. Dan hak itu berarti adalah untuk menjadi kaya raya. Tidak ada siapapun yang bisa menghalangi kita untuk hidup kaya. Tidak berdosa jika kita kaya, tidak ada aturan dalam agama samawi manapun yang melarang manusia menjadi kaya. Yang dilarang adalah sikap manusia yang kikir, sombong, tamak saat kekayaan sudah diraihnya. Tidak ada agama manapun yang menyuruh kita menjadi miskin, karena miskin dekat dengan kekafiran, mengingkari keberadaan Yang Maha Agung. Semua manusia berhak untuk menjadi kaya, karena semua manusia berhak untuk berkembang dalam hidupnya.

Manusia diciptakan sebagai penghuni dan pemakmur alam dunia.
(Q.S. Huud:61)
Oleh karena itu Allah memuliakan manusia dan memberi kelebihan yang sempurna atas mahluk lainnya. (Q.S.Al Isra:70)
Antara lain dengan membaguskan rupa manusia dan memberikan rezeki dengan sebagian yang baik-baik (Q.S. Al Mu’min:64)
Menyediakan sumber penghidupan manusia (Q.S. Al A’raf:10)

Jelaslah bahwa manusia disediakan rezeki untuk kehidupannya. Manusia diciptakan untuk memberikan kemakmuran dalam dunia. Karena itu tidak salah jika kita berusaha meraih segala hal yang sudah disediakan oleh Yang Maha Kuasa untuk memenuhi hasrat keinginan tubuh, akal dan jiwa kita.
Bayi terlahir telanjang, lemah tak berdaya. Diberikan susu oleh ibu untuk mengembangkan tubuhnya, diberikan pakaian untuk kehangatannya, diajarkan bahasa untuk berbicara. Setelah mampu berdiri, berjalan, berlari, makan dan berbicara maka dikembangkanlah akal pikirannya dengan bersekolah. Anak sekolah masih tergantung pada orang tuanya. Selepas sekolah mulailah bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Kemudian menemukan cintanya, menikah dan mempunyai anak. Lalu semakin keraslah bekerja agar dapat membiayai anak dan istrinya. Ketika anaknya sudah menemukan pasangan hidup, tinggallah kembali berdua dengan istri, mungkin sudah pensiun dari kerja dan tingggal menunggu kematian yang akan menghantarkan menuju dunia yang lain. Itulah pola umum yang terjadi pada kehidupan manusia. Ada diantaranya yang sukses, ada yang gagal. Yang sukses adalah orang-orang yang mampu memenuhi segala hal aspek kehidupannya. Yang gagal karena merasa dunia bukanlah untuknya, merasa itu adalah takdirnya, orang-orang yang pesimis.

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaannya sendiri (Q.S. Ar Rad:1)

e-Course : Guide to Apply The Science Getting Rich bisa didapatkan lewat e-mail selama 4 bulan, dengan sistem penjelasan dan praktek dalam 2 kali seminggu.
Untuk keterangan lebih lanjut kirim e-mail ke purha.mugen.ryoku@gmail.com dengan subyek : Daftar e-Course.

Purnomo Hadi, ST
Mugen Ryoku Learning Center
http://www.mugen-ryoku.blogspot.om/
purha.mugen.ryoku@gmail.com
NB : Mugen Ryoku itu adalah bahasa jepang yang berarti Kuasa Tanpa Batas. Kata “Kuasa Tanpa Batas” merupakan judul buku Anthony Robin yang mengajarkan bahwa manusia mempunyai kemampuan tanpa batas yang menunggu diasah dan digunakan demi keberhasilan hidupnya.